Prompt ChatGPT untuk guru dapat membantu menyiapkan materi pembelajaran, soal, LKPD, kisi-kisi, asesmen, kegiatan kelas, hingga administrasi dengan lebih efisien. Dengan prompt yang tepat, guru dapat menggunakan ChatGPT sebagai asisten untuk menghasilkan draf yang kemudian diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam panduan ini, Anda akan menemukan 30+ contoh prompt ChatGPT untuk guru yang dapat langsung disalin dan dimodifikasi. Mulai dari prompt membuat materi, soal, LKPD, kegiatan pembelajaran, remedial, pengayaan, rubrik penilaian, hingga administrasi guru.
Menjadi guru bukan hanya soal berdiri di depan kelas dan menjelaskan pelajaran. Sebelum pembelajaran dimulai, ada materi yang harus dipersiapkan. Setelah itu ada LKPD, soal, kisi-kisi, asesmen, bahan presentasi, kegiatan remedial, pengayaan, hingga berbagai pekerjaan administrasi.
Di sinilah ChatGPT dapat menjadi alat bantu.
Dengan instruksi atau prompt ChatGPT untuk guru yang tepat, AI dapat membantu membuat draf materi pembelajaran, mencari ide kegiatan kelas, menyusun soal, membuat LKPD, merancang rubrik penilaian, sampai membantu merapikan dokumen.
Penggunaan AI oleh guru sendiri bukan lagi hal yang langka. OECD melalui TALIS 2024 melaporkan sekitar sepertiga guru yang disurvei telah menggunakan AI dalam pekerjaannya. Di antara guru yang menggunakan AI, pemanfaatan yang umum adalah mempelajari atau merangkum topik dan membuat rencana atau aktivitas pembelajaran.
Namun ada satu hal yang perlu dipahami:
ChatGPT akan memberikan hasil yang lebih berguna ketika guru memberikan instruksi yang jelas.
Artikel ini akan membahas cara menggunakan ChatGPT untuk guru dari dasar, formula membuat prompt, hingga lebih dari 30 contoh prompt yang bisa langsung disalin dan dimodifikasi.
Apa Itu ChatGPT?
ChatGPT adalah asisten AI dari OpenAI yang dapat berinteraksi menggunakan bahasa alami.
Guru tidak harus memahami pemrograman untuk menggunakannya. Anda cukup menjelaskan apa yang dibutuhkan sebagaimana memberikan instruksi kepada seorang asisten.
Misalnya, daripada hanya menulis:
Buat soal Matematika.
Berikan informasi yang lebih lengkap:
Saya guru kelas 4 SD. Buat 10 soal pilihan ganda Matematika tentang pecahan. Gunakan bahasa yang mudah dipahami siswa kelas 4. Buat tingkat kesulitan bertahap dan sertakan kunci jawaban setelah seluruh soal.
Perbedaannya terlihat sederhana, tetapi informasi tambahan mengenai kelas, materi, jumlah soal, tingkat kesulitan, dan format hasil membuat tugas jauh lebih jelas.
OpenAI sendiri menyediakan contoh penggunaan ChatGPT oleh pendidik untuk perencanaan pelajaran dan alat bantu mengajar. OpenAI juga mengingatkan bahwa keluaran model dapat salah sehingga guru tetap perlu memeriksanya dan menjadi pihak yang menentukan apakah materi sesuai untuk kelasnya.
Mengapa ChatGPT Berguna untuk Guru?
Bayangkan Anda akan mengajar IPAS kelas 5 tentang ekosistem.
Dalam satu percakapan, Anda dapat meminta ChatGPT membantu:
materi → kegiatan pembelajaran → LKPD → soal → kisi-kisi → remedial → pengayaan.
Artinya, ChatGPT tidak hanya dapat digunakan sebagai “mesin pembuat soal”.
Ia dapat menjadi asisten untuk mengembangkan draf pembelajaran, sementara keputusan pedagogis tetap berada di tangan guru.
Data TALIS 2024 menunjukkan pola yang serupa. Dari guru yang menggunakan AI, 64% melaporkan menggunakannya untuk menghasilkan rencana pelajaran, sementara 68% menggunakannya untuk mempelajari atau merangkum topik.
Cara Menggunakan ChatGPT untuk Guru
Untuk memulai, buka ChatGPT dan masuk ke akun Anda.
Setelah itu, buat percakapan baru dan jelaskan kebutuhan Anda.
Misalnya:
Saya guru kelas 3 SD. Minggu ini saya akan mengajarkan Matematika tentang nilai tempat bilangan cacah sampai 1.000. Buatkan rangkuman materi dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan anak.
Setelah mendapatkan jawaban, jangan merasa harus menerima hasil pertama.
Anda dapat melanjutkan:
Buat penjelasannya lebih sederhana.
Kemudian:
Tambahkan contoh menggunakan ratusan, puluhan, dan satuan.
Kemudian:
Berdasarkan materi tersebut, buat 10 soal latihan.
Kemudian:
Sekarang buat LKPD satu halaman A4 berdasarkan materi dan soal tersebut.
Cara kerja seperti ini sering kali lebih mudah dikontrol daripada memasukkan seluruh pekerjaan ke dalam satu prompt yang sangat panjang.
Rumus Prompt ChatGPT untuk Guru
Tidak perlu menghafal ratusan prompt.
Gunakan formula:
PERAN + KONTEKS + SUMBER + TUGAS + TARGET + FORMAT + BATASAN
Peran menjelaskan posisi yang perlu diambil AI.
Contoh: “Bertindaklah sebagai pendamping guru kelas 4 SD.”
Konteks memberikan latar belakang.
Contoh: “Saya sedang mengajar Pendidikan Pancasila kelas 4.”
Sumber menentukan bahan acuan.
Contoh: “Gunakan CP dan ATP yang saya lampirkan sebagai sumber utama.”
Tugas menjelaskan apa yang harus dikerjakan.
Contoh: “Susun kegiatan pembelajaran pertemuan pertama.”
Target menentukan siapa pengguna akhirnya.
Contoh: “Kegiatan ditujukan untuk siswa kelas 4 dengan kemampuan beragam.”
Format menentukan bentuk jawaban.
Contoh: “Sajikan dalam tabel.”
Batasan mencegah AI membuat sesuatu yang tidak diinginkan.
Contoh: “Jangan membuat CP baru. Jika informasi tidak tersedia dalam dokumen, beri tahu saya.”
Formula terakhir—batasan—sering dilupakan, padahal sangat berguna ketika ChatGPT bekerja dengan dokumen resmi.
Template Prompt Universal untuk Guru
Simpan template berikut karena dapat digunakan berkali-kali:
Bertindaklah sebagai pendamping guru [kelas/jenjang].
Mata pelajaran: [mata pelajaran]
Materi: [materi]
Kurikulum/acuan: [acuan]
Tujuan pembelajaran: [tujuan]
Karakteristik siswa: [karakteristik]
Tugas Anda adalah membuat [hasil yang dibutuhkan].
Gunakan bahasa yang sesuai dengan usia siswa.
Format hasil: [tabel/poin/narasi/dll.].
Gunakan sumber yang saya berikan sebagai acuan utama. Jangan mengarang informasi yang tidak tersedia pada sumber. Jika ada bagian yang perlu diverifikasi, tandai bagian tersebut.
Sekarang kita masuk ke bagian yang kemungkinan paling sering dibutuhkan guru.
30+ Prompt ChatGPT untuk Guru yang Bisa Langsung Digunakan
Anda tidak harus menyalin prompt berikut persis. Ganti bagian dalam tanda [ ] sesuai kebutuhan.
1. Prompt Membuat Rangkuman Materi
Saya guru [kelas]. Buat rangkuman materi [materi] untuk mata pelajaran [mapel]. Gunakan bahasa sederhana sesuai usia siswa. Susun menjadi pengertian, konsep penting, contoh kehidupan sehari-hari, hal yang perlu diingat, dan kesimpulan.
2. Prompt Menyederhanakan Materi Sulit
Jelaskan [materi] seolah-olah Anda sedang menjelaskannya kepada siswa kelas [kelas]. Hindari istilah yang terlalu teknis. Gunakan analogi dari kehidupan sehari-hari dan berikan 3 contoh sederhana.
3. Prompt Membuat Tujuan Pembelajaran dari CP
Saya akan memberikan Capaian Pembelajaran (CP). Analisis CP tersebut dan bantu susun Tujuan Pembelajaran yang spesifik dan dapat diamati untuk kelas [kelas]. Jangan menambahkan kompetensi yang tidak terdapat dalam CP. Berikut CP-nya: [tempel CP].
4. Prompt Membuat Rencana Pembelajaran
Bertindaklah sebagai pendamping guru [kelas]. Susun rencana pembelajaran untuk materi [materi] dengan alokasi waktu [waktu]. Sertakan tujuan, kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup, asesmen, media, dan refleksi. Buat kegiatan yang membuat siswa aktif.
5. Prompt Membuat Kegiatan Pembelajaran Lebih Menarik
Saya akan mengajar [materi] kepada siswa kelas [kelas]. Berikan 5 alternatif kegiatan pembelajaran aktif yang tidak hanya menggunakan ceramah. Jelaskan alat yang diperlukan, langkah kegiatan, dan perkiraan waktunya.
6. Prompt Membuat Pertanyaan Pemantik
Buat 10 pertanyaan pemantik untuk membuka pembelajaran [materi] kelas [kelas]. Pertanyaan harus dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan mendorong mereka berpikir sebelum guru menjelaskan materi.
7. Prompt Membuat LKPD
Buat LKPD untuk siswa kelas [kelas] tentang [materi]. Sertakan identitas siswa, tujuan kegiatan, petunjuk, kegiatan utama, latihan, dan refleksi. Gunakan aktivitas yang dapat dikerjakan siswa secara mandiri dan bahasa yang sederhana.
8. Prompt LKPD Bergambar
Buat konsep LKPD bergambar untuk kelas [kelas] tentang [materi]. Tentukan bagian mana yang membutuhkan ilustrasi, jenis gambar yang sesuai, aktivitas siswa, serta ruang untuk menulis jawaban. Susun agar cocok untuk satu halaman A4.
9. Prompt Membuat Soal Pilihan Ganda
Buat 20 soal pilihan ganda tentang [materi] untuk kelas [kelas]. Setiap soal memiliki pilihan A–D. Variasikan tingkat kesulitan dari mudah hingga menantang. Hindari soal ambigu. Buat kunci jawaban terpisah setelah semua soal.
10. Prompt Membuat Soal Uraian
Buat 5 soal uraian tentang [materi] untuk siswa kelas [kelas]. Soal harus mengukur pemahaman dan penerapan konsep, bukan hanya hafalan. Sertakan pedoman jawaban dan skor.
11. Prompt Membuat Soal HOTS
Buat 10 soal yang mendorong kemampuan analisis dan pemecahan masalah tentang [materi] untuk kelas [kelas]. Gunakan stimulus berupa situasi kehidupan sehari-hari. Sertakan jawaban dan alasan.
12. Prompt Membuat Kisi-Kisi
Berdasarkan soal yang saya berikan, buat kisi-kisi dalam tabel dengan kolom: nomor, materi, tujuan pembelajaran, indikator soal, level kognitif, bentuk soal, dan nomor soal. Jangan mengubah isi soal.
13. Prompt Memeriksa Kualitas Soal
Periksa soal berikut sebagai editor soal pendidikan. Identifikasi soal yang ambigu, kunci jawaban yang meragukan, pilihan jawaban yang terlalu mudah ditebak, ketidaksesuaian dengan materi, dan kesalahan bahasa. Jangan mengubah soal terlebih dahulu. Tampilkan temuan dan rekomendasi perbaikannya.
14. Prompt Membuat Kunci Jawaban
Berdasarkan soal berikut, buat kunci jawaban yang akurat. Untuk soal uraian, sertakan poin jawaban yang harus muncul dan pedoman penskoran. Periksa kembali setiap jawaban sebelum menampilkan hasil.
15. Prompt Membuat Rubrik Penilaian
Buat rubrik penilaian untuk tugas [jenis tugas] kelas [kelas]. Gunakan empat tingkat pencapaian dan kriteria yang dapat diamati. Sajikan dalam tabel agar mudah digunakan guru.
16. Prompt Membuat Remedial
Buat program remedial untuk siswa kelas [kelas] yang belum memahami [materi]. Mulai dari penjelasan paling sederhana, berikan contoh terbimbing, kemudian latihan bertahap. Sertakan cara mengecek apakah siswa sudah memahami materi.
17. Prompt Membuat Pengayaan
Buat kegiatan pengayaan tentang [materi] untuk siswa kelas [kelas] yang sudah mencapai tujuan pembelajaran. Buat aktivitas yang membutuhkan penerapan, analisis, atau kreativitas, bukan mengulang soal yang sama.
18. Prompt Diferensiasi Pembelajaran
Saya memiliki siswa dengan kemampuan belajar yang beragam. Buat tiga versi kegiatan [materi]: dukungan lebih banyak, tingkat reguler, dan tantangan lanjutan. Tujuan pembelajaran harus tetap sama.
19. Prompt Membuat Presentasi
Buat outline presentasi 10 slide tentang [materi] untuk kelas [kelas]. Setiap slide maksimal berisi satu gagasan utama dan poin singkat. Sertakan saran gambar atau ilustrasi yang relevan.
20. Prompt Membuat Permainan Edukatif
Buat 5 permainan sederhana untuk mengajarkan [materi] kepada siswa kelas [kelas]. Utamakan permainan yang bisa dilakukan di kelas menggunakan alat sederhana. Jelaskan aturan dan tujuan belajarnya.
21. Prompt Membuat Ice Breaking Terkait Materi
Buat 5 ice breaking berdurasi maksimal 5 menit yang berhubungan dengan materi [materi] untuk kelas [kelas]. Hindari aktivitas yang membutuhkan alat mahal.
22. Prompt Membuat Proyek Kelompok
Buat proyek kelompok sederhana tentang [materi] untuk siswa kelas [kelas]. Jelaskan tujuan, jumlah anggota, alat dan bahan, langkah kerja, hasil yang harus dibuat, dan rubrik penilaian.
23. Prompt Membuat Bahan Bacaan
Buat teks bacaan sepanjang [jumlah] kata tentang [tema] untuk kelas [kelas]. Gunakan kosakata sesuai usia siswa. Setelah bacaan, buat 5 pertanyaan pemahaman.
24. Prompt Membuat Cerita Pembelajaran
Buat cerita pendek yang membantu siswa kelas [kelas] memahami konsep [materi]. Gunakan tokoh anak-anak, konflik sederhana, dialog alami, dan contoh konsep yang muncul dalam alur cerita.
25. Prompt Membuat Contoh Kontekstual
Berikan 10 contoh [materi] yang dekat dengan kehidupan siswa Indonesia kelas [kelas], seperti lingkungan rumah, sekolah, pasar, permainan, keluarga, dan kegiatan sehari-hari.
26. Prompt Menganalisis Hasil Belajar
Berikut data hasil asesmen siswa: [data]. Identifikasi soal yang paling banyak salah, pola kesalahan siswa, konsep yang kemungkinan belum dipahami, dan rekomendasi materi yang perlu diajarkan kembali. Jangan menentukan nilai akhir siswa.
27. Prompt Membuat Catatan Perkembangan Siswa
Berdasarkan catatan observasi berikut, bantu buat draf catatan perkembangan siswa dengan bahasa profesional, objektif, dan konstruktif. Jangan membuat informasi yang tidak ada dalam observasi. Data: [catatan].
28. Prompt Membuat Komunikasi kepada Orang Tua
Buat pesan kepada orang tua/wali mengenai [topik]. Gunakan bahasa ramah, singkat, profesional, dan tidak menyalahkan siswa maupun orang tua. Sertakan tindakan yang dapat dilakukan bersama.
29. Prompt Membuat Refleksi Guru
Buat 10 pertanyaan refleksi setelah saya mengajar [materi]. Pertanyaan harus membantu saya mengevaluasi ketercapaian tujuan, partisipasi siswa, efektivitas metode, penggunaan waktu, dan hal yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya.
30. Prompt Memeriksa Perangkat Pembelajaran
Audit perangkat pembelajaran berikut. Periksa kesesuaian antara CP, tujuan pembelajaran, materi, kegiatan, asesmen, dan alokasi waktu. Jangan langsung mengubah dokumen. Buat tabel berisi bagian yang diperiksa, temuan, alasan, dan rekomendasi.
31. Prompt Membuat Pembelajaran dari Dokumen
Gunakan dokumen yang saya lampirkan sebagai sumber utama. Buat kegiatan pembelajaran berdasarkan materi yang benar-benar terdapat dalam dokumen. Jangan menambahkan materi baru sebelum meminta persetujuan saya.
32. Prompt Mengubah Materi Menjadi Bahasa Anak SD
Ubah materi berikut menjadi bahasa yang mudah dipahami siswa kelas [kelas] SD. Pertahankan konsep penting dan istilah yang memang harus dipelajari. Jelaskan istilah sulit dengan contoh sederhana. Materi: [tempel materi].
Teknik Prompt Lanjutan: Jangan Berhenti pada Jawaban Pertama
Salah satu kesalahan pemula adalah menganggap satu prompt harus menghasilkan produk akhir.
Padahal ChatGPT mendukung percakapan lanjutan.
Misalnya setelah membuat LKPD, Anda dapat mengatakan:
Periksa kembali apakah semua pertanyaan sesuai tujuan pembelajaran.
Lalu:
Kurangi soal yang hanya menguji hafalan.
Kemudian:
Tambahkan dua aktivitas yang membuat siswa mengamati lingkungan sekitar.
Dan terakhir:
Periksa kembali ejaan dan pastikan bahasanya cocok untuk kelas 4 SD.
Dengan cara tersebut, guru berperan sebagai editor dan pengarah, bukan sekadar menerima apa pun yang dibuat AI.
Bisa Upload Dokumen ke ChatGPT?
Dalam ChatGPT, kemampuan bekerja dengan file dapat digunakan untuk sejumlah tugas, tergantung fitur dan paket yang tersedia. Ini sangat berguna bagi guru karena prompt dapat diberikan bersama bahan sumber.
Contohnya:
Gunakan CP yang saya lampirkan. Susun tujuan pembelajaran berdasarkan CP tersebut. Jangan mengubah isi CP.
Atau:
Baca materi pada PDF ini dan buat 20 soal hanya berdasarkan isi PDF. Jangan menggunakan materi dari luar dokumen.
Pendekatan ini biasanya lebih terarah dibanding meminta AI menebak dokumen atau kurikulum yang dimaksud.
Gunakan ChatGPT sebagai Pemeriksa, Bukan Hanya Pembuat
Ini merupakan salah satu penggunaan ChatGPT yang sering terlewat.
Misalnya Anda sudah memiliki soal.
Daripada meminta:
Buat soal.
Coba:
Audit soal saya.
Kemudian minta ChatGPT mencari ketidaksesuaian, soal ganda, kesalahan kunci, bahasa ambigu, atau ketidaksesuaian indikator.
Dengan demikian AI berfungsi sebagai second pair of eyes, sementara keputusan akhir tetap dilakukan guru.
Hal ini sangat penting dalam penilaian. OpenAI menyatakan bahwa model tidak seharusnya menjadi satu-satunya pengambil keputusan penilaian tanpa keterlibatan manusia karena model dapat mengalami bias atau ketidakakuratan dan tidak mengetahui seluruh konteks siswa.
Kesalahan Menggunakan ChatGPT yang Perlu Dihindari Guru
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memberikan prompt terlalu umum, tidak menyertakan dokumen sumber ketika diperlukan, tidak menentukan target siswa, meminta terlalu banyak tugas dalam sekali perintah, serta langsung menggunakan jawaban tanpa pemeriksaan.
OpenAI secara eksplisit mengingatkan bahwa model tidak selalu menghasilkan informasi yang benar dan bahwa pendidiklah yang paling mengetahui kondisi kelasnya.
Karena itu gunakan prinsip sederhana:
Minta → Periksa → Verifikasi → Revisi → Gunakan.
Untuk CP, ATP, regulasi, kurikulum, atau dokumen resmi lainnya, sebaiknya berikan dokumen sumber yang benar dan minta AI bekerja berdasarkan dokumen tersebut.
Bagaimana dengan Privasi Data Siswa?
Guru perlu berhati-hati ketika menggunakan layanan AI untuk informasi siswa.
Hindari memasukkan data pribadi siswa yang sebenarnya tidak diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Untuk analisis sederhana, data dapat dianonimkan, misalnya menggunakan Siswa A, Siswa B, Siswa C daripada identitas lengkap.
Khusus penggunaan AI dalam pendidikan, pertimbangan manusia, keamanan data, transparansi, dan penggunaan yang bertanggung jawab tetap penting.
Indonesia juga memiliki Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi yang diterbitkan pemerintah pada 2024. Cakupannya memang pendidikan tinggi, bukan panduan khusus guru SD/SMP/SMA, sehingga tidak tepat menganggap seluruh ketentuannya otomatis sebagai aturan sekolah. Namun dokumen tersebut dapat menjadi referensi Indonesia mengenai pemanfaatan GenAI dalam pembelajaran.
Apakah ChatGPT Bisa Menggantikan Guru?
ChatGPT dapat membuat teks dalam hitungan detik.
Namun guru mengetahui sesuatu yang AI tidak otomatis ketahui: bagaimana kondisi kelas hari ini, siswa mana yang kesulitan, contoh apa yang dekat dengan lingkungan mereka, aktivitas mana yang berhasil minggu lalu, dan kapan sebuah rencana perlu diubah.
Karena itu penggunaan yang lebih masuk akal adalah:
Guru menentukan tujuan → AI membantu membuat draf → guru mengevaluasi → AI membantu merevisi → guru mengambil keputusan akhir.
Teknologinya membantu pekerjaan; guru tetap memegang keputusan pedagogis.
FAQ tentang ChatGPT untuk Guru
Apa itu prompt ChatGPT untuk guru?
Prompt ChatGPT untuk guru adalah instruksi yang diberikan kepada ChatGPT untuk membantu pekerjaan pendidikan, seperti membuat draf materi, soal, LKPD, aktivitas pembelajaran, rubrik, atau administrasi.
Apakah ChatGPT bisa membuat soal?
Bisa membantu membuat draf soal, kunci, dan pembahasan. Guru tetap perlu memeriksa ketepatan materi, bahasa, tingkat kesulitan, serta kunci jawabannya.
Apakah ChatGPT bisa membuat LKPD?
Bisa. Berikan kelas, mata pelajaran, materi, tujuan pembelajaran, jenis kegiatan, serta format LKPD yang diinginkan.
Apakah ChatGPT bisa membuat modul ajar?
ChatGPT dapat membantu menyusun draf berdasarkan informasi atau dokumen yang diberikan. Untuk dokumen resmi, sebaiknya lampirkan CP/ATP atau sumber yang berlaku agar AI tidak mengandalkan asumsi.
Apakah jawaban ChatGPT selalu benar?
Tidak. OpenAI sendiri mengingatkan bahwa model dapat menghasilkan informasi yang tidak benar. Guru tetap perlu meninjau hasil sebelum menggunakannya.
Apakah prompt harus panjang?
Tidak. Yang lebih penting adalah kejelasan konteks, tugas, target, format, dan batasannya.
Bagaimana cara mendapatkan jawaban ChatGPT yang lebih bagus?
Berikan konteks yang cukup dan lakukan percakapan bertahap. Jika jawaban pertama belum sesuai, jelaskan bagian yang perlu diubah daripada mengulang semuanya dari awal.
Kesimpulan
Cara menggunakan ChatGPT untuk guru tidak berhenti pada mengetik “buatkan soal” atau “buatkan materi”.
Kekuatan sebenarnya muncul ketika guru mampu memberikan konteks yang tepat, sumber yang benar, tugas yang jelas, target siswa, format keluaran, serta batasan.
ChatGPT kemudian dapat membantu mempercepat pembuatan draf materi, soal, LKPD, kegiatan pembelajaran, rubrik, remedial, pengayaan, hingga pekerjaan administratif.
Tetapi ada satu prinsip yang sebaiknya tidak berubah:
AI membantu, guru memutuskan.
Guru memahami peserta didik dan tujuan pembelajaran; ChatGPT membantu mengolah instruksi tersebut menjadi draf yang dapat diperiksa, dikembangkan, dan disesuaikan.

